Semarang Kirim 250 Karya Siswa ke Lomba Kartun Internasional

Semarang Kirim 250 Karya Siswa ke Lomba Kartun Internasional
Kota Semarang akan mengirimkan 250 karya kartun siswa ke kontes internasional. Pengiriman tersebut diinisiasi oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Kota Semarang bekerjasama dengan Gold Pencil Indonesia dan Union of World Cartoonists (UWC) Indonesia Representative.

"Menurut saya ini kegiatan positif. Baru sekali ini menggerakkan anak menggambar kartun," kata ketua MGMP Seni Budaya Kota Semarang, Tri Fatmawati, Minggu (11/3/2018).

Fatma mengatakan, pengiriman gambar diawali dengan menggambar bersama di SMP Negeri 7 Semarang pada Sabtu (10/3/2018). Kegiatan bertajuk "Nggambar Bareng Kanthi Seneng" tersebut menghadirkan tiga narasumber. Ketiganya yaitu Suratno guru seni rupa SMP Negeri 17 Semarang pemenang Gold Prize Sicaco 2017 Korea, Abdul Arif pemenang First Prize 5th Kalder Bursa 2018 Turkey dan Aji Mei guru seni SMP Negeri 19 Semarang yang juga anggota Semarang Cartoon Club (SECAC).

Fatma berharap, kegiatan menggambar bersama itu mampu memotivasi pelajar di Kota Semarang. Selain mengasah kreativitas siswa, kata fatma, juga sebagai upaya untuk mengurangi kenakalan remaja. Baik di kelas maupun luar kelas.

"Kami tidak menyangka antusias siswa sangat luar biasa. Padahal saya hanya umumkan dua hari," katanya.

Menurut Fatma, kegiatan tersebut merupakan kali pertama. Pihaknya bersama Gold Pencil akan menggelar kegiatan serupa sebagai agenda rutin. Dia berharap, Dinas Pendidikan Kota Semarang memberikan dukungan fasilitasi kegiatan mengingatb animo siswa cukup banyak.

Siswa kelas 8 SMP 6 Semarang, Nanda Sudana Sekar Alya allya (14) merasa bangga bisa ikut serta dalam kegiatan menggambar bersama itu. Nanda memang suka menggambar sejak TK. Ia beberapa kali ikut lomba dan pernah sampai ke tingkat provinsi.

"Kegiatan ini menarik. Biasanya melukis ini ngartun buat kontes internasional. Jadi tertantang," katanya.

Ketua Gold Pencil Indonesia, Abdul Arif mengatakan ada banyak peluang kontes internasional yang bisa dimanfaatkan untuk mengasah kreativitas pelajar di Kota Semarang. Dalam setahun terakhir, Gold Pencil bekerjasama dengan SMP Negeri 17 Semarang mengelola ekstrakurikuler kartun. Kerjasama itu dalam bentuk pembelajaran kartun dan pengiriman karya ke lomba internasional. Meski baru beberapa bulan, hasilnya membanggakan. SMP N 17 kini mengoleksi 10 penghargaan internasional.

Arif berharap, gerakan baru bersama MGMP Seni Budaya Kota Semarang kali ini mampu membuahkan hasil yang positif. Dia mengatakan, Kota Searang memiliki catatan luar biasa di dunia kartun. Pendiri Gold Pencil, Jitet Koestana yang notabene warga Semarang kini mengoleksi sekitar 144 penghargaan internasional. "Kami punya cita-cita melahirkan minimal 10 Jitet Koestana di Semarang," katanya. (Abdul Arif)