Tentang Gold Pencil

Gold Pencil Indonesia atau Yayasan Pensil Emas Indonesia merupakan lembaga yang fokus pada pengembangan dan kajian kartun berbasis di Kota Semarang.

SK Menkum HAM Nomor AHU-0006036.AH.01.04.Tahun 2018

Sejarah Gold Pencil

Pameran kartun Jitet and Friends yang diselenggarakan pada 26-27 Agustus 2017 menjadi titik balik perkembangan seni kartun di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Pameran yang berlangsung di Candirejo, Borobudur Magelang ini melahirkan Gold Pencil yang digagas oleh kartunis senior Semarang, Jitet Kustana, Suratno dan kartunis muda Abdul Arif.

Pameran Jitet and Friends memamerkan karya kartunis dunia dan siswa sekolah menengah peserta kelas kartun Jitet dan Suratno. Mereka baru dilatih beberapa bulan. Meski demikian, mereka telah menunjukkan kualitasnya dengan tampil sebagai finalis di sejumlah lomba kartun internasional. Bahkan, beberapa di antaranya menjadi juara, seperti Rahma Sekar yang menjadi juara pada kontes FaceMi Humor Cartoon Exhibition 2017, Shanghai, China dengan gelar Bronze Prize.

Akhirnya membuat para kartunis ingin lebih serius mengembangkan seni kartun di Semarang. Sebelumnya, pengembangan seni kartun terbatas di komunitas. Kaderisasi kartunis belum sepenuhnya diperhatikan. Ini jauh dari julukan Kota Semarang sebagai ibu kota kartun Indonesia.

Jitet bersama beberapa kartunis Semarang, sangat ingin mengembangkan pola kaderisasi kartunis yang lebih terarah. Ia berharap Gold Pencil dapat menjawab permasalahan yang dihadapi selama ini.

Gold Pencil adalah jawaban atas kegelisahan para kartunis dalam mengembangkan seni kartun untuk saat ini.

Selama setahun, kegiatan Gold Pencil berjalan berbasis komunitas. Hingga pada 21 April 2018 Gold Pencil resmi berbadan hukum dengan nama Yayasan Pensil Emas Indonesia dengan SK Menkum HAM Nomor AHU-0006036.AH.01.04.Tahun 2018. Sejak itu Jitet dan sejumlah kartunis di Semarang semakin mantap dalam meningkatkan sejumlah program pengembangan kartun.

Karena lembaga ini fokus dalam pengembangan dan studi kartun, Gold Pencil lebih fokus pada program kaderisasi melalui pendidikan. Gold Pencil memiliki tiga program pendidikan dan pelatihan kartun, yaitu ekstrakurikuler kartun, Kelas Kartun, dan Semarang Cartoon Camp (SCC).

Untuk ekstrakurikuler, Gold Pencil bekerja sama dengan beberapa sekolah untuk membuka kelas kartun di luar jam sekolah.

Sedangkan kelas kartun dirancang dalam bentuk pendidikan singkat. Kelas ini dibuka untuk siswa SMP dan SMA. Kelas satu dibuka pada Minggu, 16 Desember 2018 di Jalan Nakula II No 5, Pendrikan Kidul, Kota Semarang.

Selain membuka kelas kartun, Gold Pencil juga aktif menyelenggarakan pameran dan kontes kartun internasional. Pameran kartun sebagai salah satu upaya menjaga kesenian kartun agar tetap eksis. Gold Pencil belum memiliki acara internasional yang diadakan secara rutin.

Januari 2019 lalu, pendiri Gold Pencil Jitet Kustana diundang ke pameran kartun di European Cartoon Center (ECC) Kruishoutem, Belgia. Selain berpameran, Jitet juga menjadi juri dalam rangkaian lomba kartun Euro Kartoenale bertema “The Wall”. Dalam pameran tersebut Jitet bertemu dengan presiden Federation of Cartoonists Organisation (FECO), Peter Nieuwendijk yang juga sebagai juri. Pertemuan tersebut kemudian memberikan kesempatan bagi Gold Pencil untuk bergabung sebagai anggota baru FECO.

Dalam majalah FECONEWS Edisi 66 Juni 2019, FECO resmi mengumumkan Pensil Emas sebagai anggota baru FECO dengan Jitet Kustana sebagai presiden FECO Group Indonesia.

FECO adalah asosiasi organisasi kartunis dunia. Ini merupakan kesempatan bagi kartunis Indonesia untuk meeperkuat jejaring dengan kartunis dunia.

Logo Gold Pencil dan Maknanya

Logo Gold Pencil berbentuk huruf "G" yang merupakan huruf awal dari Gold Pencil. Huruf "G" didesain berbentuk pensil emas. Pensil memiliki makna kreativitas, literasi, inspirasi dan gagasan. Sedangkan warga emas memiliki makna prestasi, kesuksesan, kemewahan, kemenangan dan juga kemakmuran.

Nama "Gold Pencil" diberikan langsung oleh sang pendiri, Jitet Kustana sebagai brand gerakan kreatif kartunis di Kota Semarang. Sementara konsep pensil emas yang melekat pada huruf "G" merupakan ide dari Abdul Arif. Nama dan konsep tersebut lalu disulap menjadi logo yang ciamik ini oleh tangan kreatif desainer muda Legga Cecilia.

Gold Pencil dengan segala makna filosofisnya menjadi spirit para kartunis dalam berkarya.

Pengurus Gold Pencil

Pembina: Jitet Kustana

Pengawas: Suratno

Ketua: Abdul Arif

Sekretaris: Darsono

Bendahara: Partono

Divisi Pameran: Bagaskara, Imam Sahri

Divisi Pendidikan: Adi Prehanto, Sri Mulyono, Aji Mei

Divisi Kreatif: Sukriyadi Sukartoen, Djoko Susilo

Divisi Hubungan Masyarakat: Farida Rachmawati, Vedyana Ardyansah, Rahma Sekar Aprillia, Fajrul Isbah, Hannani Trishima Anjani

Divisi Koperasi: Sardi AF, Dias Safira Salsabilla

Divisi Penerbitan: Danny Yustiniadi, Kustiono, Agust Crish

Divisi Multimedia: Yuli Triyono, Ossama Dhani, Ugra Wicaksana

Perwakilan Demak: Agus Eko Santoso

Perwakilan Salatiga: Agung SW

Perwakilan Kendal: Tevi Hanafi

Perwakilan Kudus: Eswadi

Perwakilan Magelang: Yustinus Anang Jatmiko

Perwakilan Yogyakarta: Nafila Yusni El Faj

Perwakilan Tangerang: Yol Yulianto

Perwakilan Bogor: Yonk Suikhiong

Perwakilan Depok: Sugianto

Perwakilan Bali: Agus Harsanta

Perwakilan Jambi: Edi Dharma

Perwakilan Makassar: Faizal Ua